Ada cerita tentang seorang perempuan muda dan Ibu tua. Perempuan muda hampir setiap hari selalu bertemu dengan Ibu tua di jalan di tempat yang sama. Biasanya mereka hanya berbagi senyum dan bertegur sapa sekilas.
Hingga pada suatu sore hari perempuan muda dengan tergesa-gesa ingin cepat sampai di rumah, hatinya sedang risau dengan rutinitas pekerjaan. Seperti biasa Ia bertemu dengan Ibu tua dan tiba-tiba ingin berbincang-bincang dengan Ibu itu.
Perempuan Muda: "Assalamualaikum"
Ibu tua: "Waalaikumsalam"
Perempuan Muda: (basa-basi sebentar) "Ibu, suami Ibu kerja dimana?"
Ibu tua: "Suami Ibu sudah meninggal De' ''
Perempuan Muda: "Maaf ya Bu, terus anak Ibu berapa?"
Ibu tua: "Anak Ibu sepuluh, Alhamdulillah saya dititipi sepuluh anak yatim sama Allah, yang bontot Ibu masukin pesantren, sudah pinter baca Al-Qur'an. Anaknya bandel susah disuruh belajar tapi kok pinter , nilainya bagus-bagus"
(Dengan semangat dan ceria Ibu itu terus bercerita)
Perempuan muda: "Subhanallah, Alhamdulillah, moga semua lancar-lancar aja ya Bu.. Ibu, saya pamit dulu, makasih, Assalamualaikum"
Ibu tua: Terima kasih De'. Waalaikumsalam"
Kata-kata Ibu tua masih terus terngiang dan nancap dihati perempuan muda. "Alhamdulillah Ibu dititipi sepuluh anak yatim" Subhanallah, jawaban yang sangat indah, hati seperti dihujani embun. Ibu itu mengungkapkan betapa Ia bersyukur dititipi anak yatim, bukan keluh kesah. Rasulullah SAW selalu bilang agar kita selalu menyayangi anak yatim.
Ibu itu hanya bekerja menyapu jalan umum, penghasilannya hanya dari orang-orang yang lewat yang mau memberikan sedikit receh. Seorang janda yang ikhlas mengasuh sepuluh anak yatim, selalu wajah senyum yang Ia berikan tiap kali perempuan muda melewatinya.
Perempuan muda sangat berterima kasih karena Ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga.
Moga kita semua mendapat hikmah dari cerita tersebut dan terus belajar dari apa yang ada disekeliling kita. :)
Hingga pada suatu sore hari perempuan muda dengan tergesa-gesa ingin cepat sampai di rumah, hatinya sedang risau dengan rutinitas pekerjaan. Seperti biasa Ia bertemu dengan Ibu tua dan tiba-tiba ingin berbincang-bincang dengan Ibu itu.
Perempuan Muda: "Assalamualaikum"
Ibu tua: "Waalaikumsalam"
Perempuan Muda: (basa-basi sebentar) "Ibu, suami Ibu kerja dimana?"
Ibu tua: "Suami Ibu sudah meninggal De' ''
Perempuan Muda: "Maaf ya Bu, terus anak Ibu berapa?"
Ibu tua: "Anak Ibu sepuluh, Alhamdulillah saya dititipi sepuluh anak yatim sama Allah, yang bontot Ibu masukin pesantren, sudah pinter baca Al-Qur'an. Anaknya bandel susah disuruh belajar tapi kok pinter , nilainya bagus-bagus"
(Dengan semangat dan ceria Ibu itu terus bercerita)
Perempuan muda: "Subhanallah, Alhamdulillah, moga semua lancar-lancar aja ya Bu.. Ibu, saya pamit dulu, makasih, Assalamualaikum"
Ibu tua: Terima kasih De'. Waalaikumsalam"
Kata-kata Ibu tua masih terus terngiang dan nancap dihati perempuan muda. "Alhamdulillah Ibu dititipi sepuluh anak yatim" Subhanallah, jawaban yang sangat indah, hati seperti dihujani embun. Ibu itu mengungkapkan betapa Ia bersyukur dititipi anak yatim, bukan keluh kesah. Rasulullah SAW selalu bilang agar kita selalu menyayangi anak yatim.
Ibu itu hanya bekerja menyapu jalan umum, penghasilannya hanya dari orang-orang yang lewat yang mau memberikan sedikit receh. Seorang janda yang ikhlas mengasuh sepuluh anak yatim, selalu wajah senyum yang Ia berikan tiap kali perempuan muda melewatinya.
Perempuan muda sangat berterima kasih karena Ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga.
Moga kita semua mendapat hikmah dari cerita tersebut dan terus belajar dari apa yang ada disekeliling kita. :)
